Laporan Praktikum 7 Pemrograman Web

Konfigurasi Laravel

Aliffia Humairah - 2311531004



Fitur pada Laravel
  1. Eloquent ORM (Object-Relational Mapping) : Memudahkan interaksi dengan database menggunakan sintaks PHP yang intuitif dan dapat mendefinisikan model untuk setiap tabel database dan dengan mudah melakukan operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete).
  2. Blade Templating Engine : Sistem templating yang sederhana, memungkinkan untuk menggunakan sintaks PHP dalam template HTML dengan cara yang bersih dan aman serta menyediakan direktif-direktif seperti @if, @foreach, @extends, @yield, dan komponen untuk membuat tampilan dinamis.
  3. Artisan Console : Artisan menyediakan banyak perintah berguna untuk otomatisasi tugas-tugas umum seperti membuat model, migration, controller, seeder, menjalankan pengujian, membersihkan cache, dll.
  4. Routing : Sistem perutean yang fleksibel yang memungkinkan untuk mendefinisikan URL aplikasi dan mengaitkannya dengan controller atau closure functions.
  5. Middleware : Mekanisme untuk memfilter HTTP request yang masuk ke aplikasi yang dapat digunakan untuk autentikasi, logging, validasi, dan tugas-tugas lain sebelum atau sesudah request ditangani oleh aplikasi.
  6. Form Request Validation : Memudahkan proses validasi data yang dikirim melalui form.
  7. Security : Laravel dibangun dengan mempertimbangkan keamanan. Beberapa fitur keamanan bawaan meliputi proteksi terhadap CSRF (Cross-Site Request Forgery), XSS (Cross-Site Scripting), dan SQL injection.
  8. Authentication & Authorization : Menyediakan sistem otentikasi (login, registrasi, lupa kata sandi) dan otorisasi (hak akses pengguna) yang mudah diimplementasikan.
  9. Testing : Dukungan bawaan untuk berbagai jenis pengujian, termasuk unit testing, integration testing, dan end-to-end testing. Laravel menyediakan helper functions dan assertion methods untuk memudahkan penulisan tes.
  10. Queues : Sistem antrian yang memungkinkan Anda menunda tugas-tugas yang memakan waktu (seperti pengiriman email atau pemrosesan data) dan menjalankannya di latar belakang. Ini meningkatkan responsivitas aplikasi Anda.
  11. Caching : Mendukung berbagai sistem caching (seperti Redis, Memcached, file) untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data yang sering diakses dalam memori.
  12. Events & Listeners : Implementasi dari pola Observer, memungkinkan Anda membuat event dan listener untuk menjalankan kode tertentu ketika event tersebut terjadi dalam aplikasi Anda.
  13. Notifications : Memudahkan pengiriman notifikasi ke berbagai saluran, seperti email, SMS, database, atau layanan pihak ketiga.
  14. Broadcasting: Memungkinkan Anda melakukan siaran event secara real-time melalui WebSockets. Ini berguna untuk fitur seperti live chat atau notifikasi real-time.
  15. Task Scheduling : Memungkinkan Anda menjadwalkan tugas-tugas cron menggunakan sintaks yang ekspresif dalam kode PHP Anda.
  16. Passport (OAuth2 Server) : Paket resmi untuk mengimplementasikan otentikasi OAuth2, memungkinkan aplikasi Anda menjadi penyedia otentikasi untuk aplikasi lain.
  17. Sanctum (API Authentication) : Paket ringan untuk mengimplementasikan sistem otentikasi berbasis token untuk Single-Page Applications (SPAs), mobile applications, dan simple APIs.
  18. Socialite (Social Authentication) : Memudahkan integrasi otentikasi dengan berbagai penyedia layanan OAuth seperti Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.
  19. Filesystem : Abstraksi untuk berinteraksi dengan berbagai sistem penyimpanan file, baik lokal maupun cloud (seperti Amazon S3 atau Google Cloud Storage).
  20. Mail : Memudahkan pengiriman email dengan dukungan untuk berbagai driver seperti SMTP, Mailgun, dan Amazon SES.
  21. Pusher (Realtime Services) : Integrasi mudah dengan layanan Pusher untuk menambahkan fitur realtime ke aplikasi Anda.
  22. Localization : Memudahkan pembuatan aplikasi multibahasa dengan fitur untuk mengelola terjemahan.
  23. Packages : Ekosistem paket yang kaya dan berkembang pesat melalui Composer, memungkinkan Anda dengan mudah menambahkan fungsionalitas tambahan ke aplikasi Anda.


    Langkah-Langkah

    1. Sebelum memulai proyek Laravel pastikan 12 syarat ini sudah terpenuhi dan install beberapa tools yang perlukan yaitu Git, Composer dan Cmder (khusus windows)

    Syarat Laravel

    2. Kemudian download php dengan versi >= 8.2 yang dimana php pada laravel ini merupakan mesin untuk menjalankan proyek laravel ini dan check pada command prompt

    Syarat Laravel

    3. Download composer untuk meng-install Laravel dan library PHP-nya dan check pada command prompt

    database

    4. Install git untuk manajemen kode dan kolaborasi proyek Laravel dan check juga pada command prompt

    database

    5. Install npm dan node js untuk proses build dan compile asset (CSS/JS) di Laravel dan lakukan check pada command prompt

    database

    6. Setelah itu pastikan 12 syarat sebelum mengerjakan proyek laravel sudah terceklis semua. Setelah itu, untuk membuat projek laravel gunakan composer dengan perintah sebagai berikut pada Cmder, dimana Cmder ini digunakan untuk membuat interaksi di terminal jadi lebih mudah dan enak dipakai saat ngoding Laravel.

    database

    7. Setelah menjalankan perintah tersebut, silahkan check pada file manager apakah telah terdapat folder tersebut atau belum. Jika sudah buka folder tersebut pada vscode dan buka terminal pada bagian kiri atas dan masukkan perintah seperti dibawah ini hingga mendapatkan linknya

    database

    8. Selanjutnya untuk melihat apakah link http yang kita dapat tadi berhasil atau belum, silahkan klik atau copy link tersebut dan tampilannya akan seperti dibawah ini jika berhasil

    database

    9. Jika sudah berhasil, selanjutnya kita akan coba untuk membuat "hello word" untuk menguji proyek laravel ini dan pada bagian url ganti menjadi "/hello" agar ketika http tersebut digunakan akan menampilkan tampilan "hello world" yang sudah kita gunakan, seperti dibawah ini

    database

    10. untuk melihat apakah kode kita berhasil atau tidak, kembali ke link tersebut dan tambahkan "/hello"

    database